Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

PERSAHABATAN KERANG DAN MUTIARA

0 komentar

Malam ini angin berhembus lembut, permukaan laut tenang, ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut mana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang.
Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain. Sebutir pasir masuk ke dalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget.
Heiii, siapakah kau gerangan, sang kerang bertanya. Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu.
Siapakah kau ? tanya sang pasir. Aku kerang, penghuni dasar lautan ini. Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan tersebut pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat sebutir pasir besarnya.
Sampai suatu saat, sang dewi rembulan melihat persahabatan yang hampa tersebut. Sang dewi berkata, wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatan mu pada butir pasir lembut tersebut, dia begitu kecil dan lembut.
Mulai sekarang biar aku mengajarkan bagaimana rasa persahabatan itu agar hidupmu lebih berarti. Dengan lembut sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajakan sang dewi rembulan, persahabatan antara sang kerang dengan butir pasir lembut tersebut berbuah hasil. Ada canda, ada tawa, mereka berbagi masalah.
Persahabatan itu telah merubah butir pasir lembut tersebut menjadi sebutir mutiara muda yang berwarna putih. Warna putih tersebut merupakan warisan sang dewi rembulan kepada mereka.
Di suatu siang yang terik, pada saat mereka sedang berbagi rasa di dasar laut yang berselimut pasir putih.
Tiba-tiba mereka mendengar seruan ? hai sahabat, apa yang sedang kalian lakukan ? Sang kerang menjawab “Siapa kah engkau gerangan? ” Wahai kerang tidakkah engkau mengenali aku ? aku Surya, dewa penguasa matahari yang menyinari seluruh bumi di siang hari.
Aku melihat persahabatanmu dan mutiara muda itu tulus sekali. Sang kerang menjawab, itu merupakan hasil didikan dewi rembulan yang lembut dan penuh cinta kasih. “Kalau begitu, biar aku lengkapi ajaran sang dewi, biar aku ajarkan kepada kalian tentang hangatnya cinta”,jawab sang matahari. Seiring terbit dan tenggelamnya mentari, sang raja surya memupuk sang kerang dan mutiara muda dengan perasaan cinta. Jatuh cintalah sang kerang dengan mutiara muda itu.
Mutiara muda itu sekarang menjadi sebutir mutiara putih bersih dan berkilau mewarisi sifat sang dewa surya, dan dibalut dengan cinta sang kerang, indah sekali. Hidup sang kerang dan butir mutiara itu indah sekali, cinta mereka tulus, berbagai duka, suka, mereka lalui bersama. Tidak ada hari-hari seindah hari-hari yang mereka lalui.
Suatu hari seekor ikan yang lewat berkata kepada sang butir mutiara “wahai mutiara elok, tahun depan Raja dari kerajaan di sebarang sana akan mengadakan pemilihan mutiara terindah, tidakkah kau tertarik untuk mengikutinya, rupamu elok, aku yakin raja akan memilihmu” kata sang ikan “Benarkah begitu ?” tanya sang mutiara. “Aku akan menyampaikan kabar gembira ini pada sang kerang kekasihku”, sambung sang mutiara. Mulai saat itu sang mutiara rajin mempercantik diri, sang kerang juga memberinya semangat dan dorongan.
Namun sang kerang tidak menyadari, keinginan besar sang mutiara untuk menang telah merubah sikap sang mutiara. Sampai suatu hari mutiara tersebut berkata kepada sang kerang “Wahai kekasihku kerang, perlombaan itu hampir tiba saatnya, aku ingin keluar sebagai pemenang, aku ingin mencapai cita-citaku, adalah lebih baik mulai saat ini kau menjadi temanku saja, bukan seorang kekasih. Aku ingin mencurahkan seluruh perhatianku untuk lomba itu, aku tidak mau terganggu”.
Kata-kata tersebut melukai perasaan sang kerang, airmata jatuh? “Kenapa kau melakukan ini padaku, aku menyayangimu dengan segenap hatiku, tidakkah engkau tahu perasaanku, aku memang tidak mudah mengungkapkan perasaanku, aku kaku laksana kulitku yang keras, tapi mengapa?” “Kerang yang baik, untuk apa engkau menangis, aku akan tetap menjadi sahabatmu, aku tetap akan menjaga hubungan kita” kata sang mutiara Akhirnya tiba waktu perlombaan tersebut, sang raja langsung jatuh hati kepada butir mutiara tadi. “Inilah mutiara terindah yang pernah aku jumpai, aku memilihnya” kata sang raja.
Akhirnya mutiara tersebut bersanding menjadi liontin sang raja. Setiap hari sang raja mengaguminya. Sang mutiara telah melupakan sang kerang, sang mutiara asik melayani sang raja. Tinggallah sang kerang yang kembali duduk di keheningan di dasar laut sana, sepi, hampa hidup sang kerang itu. Setiap hari ia menunggu sang angin menyampaikan kabar dari sang mutiara, satu hari, dua hari, seminggu tidak ada kabar dari sang mutiara. “Biarlah aku menitip pesanku pada sang angin untuk mutiaraku” pikir sang kerang.
“Wahai angin, sampaikan rasa rinduku pada mutiaraku yang ada di negeri seberang sana” pekik sang kerang. Sang angin menyampaikan pesan tersebut. Namun apa kata sang mutiara indah “Angin, sampaikan kepada sang kerang, jangan ganggu aku, aku sibuk sekali melayani sang raja, dan sampaikan juga padanya untuk mencari mutiara lain saja”.
Kabar ini membuat sang kerang sedih, namun dalam kesedihannya rasa sayang sang kerang terhadap sang mutiara mengalahkan rasa kecewanya,ia tetap berdoa pada Ilahi agar sang mutiara berbahagia. Nah sahabat dalam kehidupan nyata ini banyak persahabatan yang berakhir dengan sebuah hubungan cinta, jika kedua belah pihak punya komitmen, dan mau menanggung duka dan suka bersama-sama, hubungan itu bisa berakhir dengan sebuah jenjang pernikahan yang suci.
Namun bisa juga percintaan itu berakhir dengan sebuah permusuhan yang mengakibatkan kedua belah pihak atau salah satunya terluka, kalaupun cinta itu dapat berakhir lagi dengan sebuah persahabatan, percayalah rasa persahabatan itu akan lain, akan hambar.
Luka dari cinta itu Cuma bisa disembuhkan oleh waktu. Apakah anda memilih menjadi kerang tersebut atau mutiara terserah anda…


Oleh: Tidak Diketahui Kiriman: Aza
Sumber: Cetivasi

0 komentar:

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

0 komentar

  PENGERTIAN DAN MANFAAT TEKNOLOGI PEMBELAJARAN


a.      Pengertian Teknologi Pembelajaran

Secara etimologi kata teknologi berasal dari kata “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni. 
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan. Teknologi juga bisa berarti keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
       Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata ”instruction” yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau “intruere” yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti instruksional (pembelajaran) adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran. Pengertian ini lebih mengarah kepada guru sebagai pelaku perubahan.
Menurut definisi commission Intruction Tehnology (CIT) 1970, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis….bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.
Teknologi pembelajaran merupakan usaha sistematis dalam merancang, melaksanakan, dan mengavaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan pembelajaran khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi  pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan nonmanusia agar belajar dapat berlangsung efektif.
        Teknologi pembelajaran sangat bergantung pada
1.    Jenis materi pembelajaran;
2.    Sifat atau karakteristik pemelajar;
3.    Organisasi dimana pembelajaran berlangsung;
4.    Kemampuan sarana yang tersedia; dan
5.    Keahlian para praktisi.

b.       Fungsi Teknologi Pembelajaran

            Ada sembilan fungsi teknologi pembelajaran seperti :

1.        Sebagai sarana bahan ajar yang ilmiah dan obyektif.
2.        Sebagai sarana untuk memotifasi peserta didik yang semangat belajarnya rendah.
3.        Sebagai sarana untuk membantu peserta didik mempresentasikan apa yang mereka ketahui
4.        Sebagai sarana untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.
5.        Sebagai sarana mempermudah penyampaian materi.
6.        Sebagai sarana untuk mempermudah desain pembelajaran.
7.        Sebagai media pendukung pelajaran dengan mudah
8.        Sebagai sarana pendukung terlaksananya program pembelajaran yang sistematis
9.        Sebagai sarana meningkatkan keberhasilan pembelajaran.

c.       Manfaat Teknologi Pembelajaran

·         Manfaat bagi pendidik
1.        Pendidik dapat lebih memudahkan tercapainya tujuan pendidikan.
2.        Pendidik dapat mempermudah desain pembelajaran.
3.        Pendidik dapat menunjang metode pembelajaran.
4.        Pendidik dapat lebih meningkatkan efektifitas Pembelajaran.
5.        Pendidik lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran.
6.        Pendidik dapat mengefisiensikan waktu.
7.        Dapat menjadi daya dukung pengajaran seorang pendidik.

·         Manfaat bagi peserta didik
1.        Peserta didik dapat lebih cepat menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
2.        Peserta didik menerima materi pembelajaran dengan senang.
3.        Peserta didik dapat mempresentasikan apa yang mereka ketahui.
4.        Peserta didik tidak bosan dengan cara penyampaian materi pembelajaran secara verbal.
5.        Peserta didik lebih bisa berekspresi dalam proses pembelajaran.
 

Karakteristik & Jenis Media Pembelajaran

  • Jenis Media Pembelajaran
1.      Visual                                      5. Cetak
2.      audio                                       6. Inter/Intranet
3.      video                                       7. Multimedia
4.      Komputer

  • Klasifikasi Media Pembelajaran
a.      Berdasarkan cirri Fisik
1.       Dua Dimensi  (Diamati dari 1 arah pandangan)
2.      Tiga Dimensi (Diamati dr arah pandang mana saja)
3.       Media bergerak (Menampilkan gambar bergerak di layar)
4.      Media tdk bergerak (Tampilan pd layar)
b.      Berdasarkan Unsur Pokok
1.      Audio                                               6.  Jaringan
2.      Visual                                              7.  Media cetak
3.      Audio  bergerak                                 8.  Visual tidak bergerak
4.      Audio tidak bergerak                          9.  Visual bergerak
5.      Audio semi bergerak                          10. Audio visual
c.      Berdasarkan Penggunaan
1.      Jumlah Pengguna
  • PENGGUNAAN SECARA INDIVIDU OLEH PESERTA DIDIK: LAB, PENGAJARAN TERPROGRAM, BUKU TEKS, TAPE, GAMBAR-GAMBAR DLL
  •  PENGGUNAAN SECARA KELOMPOK: FILM, RADIO, SLIDE, DSB 
  •  SECARA MASSAL: TELEVISI, RADIO, FILM, INTERNET, DSB.
2.      Cara Pengguna
  • MEDIA TRADISIONAL ATAU KONVENSIONAL: PETA, PENGGARIS, SPIDOL, DSB.
  •  MEDIA MODERN: KOMPUTER,  TV KABEL, CYBER, SATELIT, DSB. 
 

Pemilihan Media Pembelajaran

Setelah kita mengetahui Manfaat, Fungsi serta Karakteristik & Jenis Media Pembelajaran, tentunya kita akan menerapkan media apa yang cocok dengan pembelajaran tersebut, namun pemilihan media yang sesuai tidak langsung dipilih begitu saja melainkan melaui proses atau tahapan-tahapan pemilihan media, adapun Cara untuk memilih media yang cocok dengan suatu pembelajaran, sebagai berikut:
1.      Kriteria Pemilihan Media
·         JELAS DAN RAPI
·         BERSIH DAN MENARIK: Teks, Gambar, Suara, Dan Video
·         COCOK DENGAN SASARAN
·         RELEVAN DGN TOPIK PEMBAHASAN
·         SESUAI DGN TUJUAN PEMBELAJARAN
·         PRAKTIS, LUWES, DAN TAHAN: MUDAH DIPEROLEH DAN DIBUAT
·         BERKUALITAS BAIK
·         UKURANNYA SESUAI DENGAN LINGKUNGAN BELAJAR
2.      Prinsip Pemilihan Media
·         KESESUAIAN                            KEJELASAN SAJIAN                  BERORIENTASI SISWA
·         KEMUDAHAN AKSES   KETERJANGKAUAN
·         INTERAKTIVITAS                      ADA ALTERNATIF
·         KUALITAS                                 ORGANISASI
·         KETERSEDIAAN                        KEBARUAN
3.      Mengidentifikasi Karakteristik Peserta didik
Mengidentifikasi karakteristik peserta didik dapat diakukan dengan mengidentifikasi karakteristik umum maupun karakteristik khusus peserta didik:
a.      KARAKTERISTIK UMUM:
TINGKAT
JENIS KELAMIN
LATAR BUDAYA
KEBIASAAN
b.      KARAKTERISTIK KHUSUS
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
SIKAP
GAYA BELAJAR
KECERDASAN
5.      MENGKAJI KARAKTERISTIK BAHAN AJAR
Ø  VISUAL: membaca, menyimak, melakukan percobaan, dan memperhatikan
Ø  Oral: bertanya, menyatakan, mengeluarkan pendapat, berdiskusi, dan memberi saran
Ø  Mendengar: pidato, musik, percakapan, puisi, dan kosa-kata
Ø  Menulis: mencatat poin-poin, menulis karangan, naskah, dan mengerjakan latihan
Ø  Menggambar: membuat grafik, peta, membuat gambar sesuatu, dll.
Ø  Motor: mereparasi, mengembangkan alat, menggunakan komputer, berkebun, berdarmawisata, dan field trip
Ø  Mental: mengingat, mengerjakan soal, menganalisis, mengambil keputusan.
Ø  Emosional: menaruh minat, merasa gembira, bosan, semangat, tenang, gugup, percaya diri, dan kepuasan.
6.      MENETAPKAN PILIHAN MEDIA
Ø  MERUJUK PADA KARAKTERISTIK SISWA
Ø  BAHAN AJAR
Ø  TUJUAN YANG INGIN DICAPAI
Ø  MEDIA ALTERNATIF
Ø  KETERSEDIAAN
Ø  FASILITAS PENDUKUNG
7.      MEREVIEW MEDIA YANG DIPILIH
Ø  KELEBIHAN
Ø  KELEMAHAN
Ø  ALTERNATIF MEDIA LAIN
Ø  KETERCAPAIAN TUJUAN 
 
 

METODE PEMBELAJARAN

1.      Presentasi adalah praktIk memperlihatkan dan menjelaskan isi dari suatu topik kepada audiens atau peserta didik (Wikipedia, 2012:1)
Kelebihan
a.      Hanya dilakukan sekali untuk seluruh peserta didik (pemelajar)
b.      Pemelajar dapat menggunakan strategi mencatat untuk menangkap informasi
c.       Dapat menjadi sumber informasi berkualitas
d.      Dapat dilakukan oleh pebelajar dan pemelajar.

Kekurangan
e.      Sulit diikuti oleh beberapa peserta (tergantung gaya belajar dan jenis kecerdasan)
f.        Berpotensi membosankan
g.      Kesulitan mencatat hal-hal yang penting
h.      Kesesuaian umur: pemelajar yang berusia muda mungkin mengalami kesulitan mengikuti presentasi yang panjang.

2.      Diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998).
Kelebihan:
a.      Pemelajar menjadi lebih kreatif  
b.      Membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan
c.       melatih pemelajar mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal
d.      Melatih pemelajar menghargai pendapat orang lain

Kekurangan:
a.      Hanya dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara
b.      kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur
c.       Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan
d.      Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosionalyang tidak terkontrol

3.      Demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.

Kelebihan:
a.      Menghindari Verbalisme karena langsung menyaksikan pertunjukkan
b.      Pemelajar tidak hanya mendengar  tetapi juga melihat secara langsung
c.       Pemelajar akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.

Kekurangan:
a.      Memerlukan persiapan yang lebih matang sehingga dapat memakan waktu yang banyak
b.      Memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai
c.       Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan khusus.

4.      Tutorial adalah sebuah metode mentransfer pengetahuan yang menjadi salah satu bagian dari proses pembelajaran yang lebih bersifat interaktif dan spesifik dari sebuah buku atapun pengajar. tutorial ini menjadi sebuah contoh dalam pemberian informasi yang lebih baik.

Kelebihan:
a.      mengembangkan keterampilan yang mumpuni
b.      Mengukur sendiri kemajuan: bekerja berdasarkan tingkat kemajuan
c.       Dapat menjangkai pemelajar secara individu

Kekurangan: 
a.  Berpotensi membosankan: terjadi beberapa pengulangan
b.  Menimbulkan rasa frustrasi
c.  Tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada panduan: tergantung pada panduan.


5.      Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memeperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat/inisiatif siswa untuk berpiki, maka hendaknya guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran dari metode Drill. Latihan, wajar digunakan untuk hal-hal yang bersifat motorik, seperti menulis, permainan, pembuatan, dan lain-lain.
Kelebihan
a.      Untuk melatih kecakapan mental, misalnya perhitungan penggunaan rumus-rumus, dan lain-lain.
b.      Untuk melatih hubungan, tanggapan, seperti penggunaan bahasa, grafik, simbul peta, dan lain-lain.
c.       Untuk melatih hubungan, tanggapan, seperti penggunaan bahasa, grafik, simbul peta, dan lain-lain.

Prinsip dan petunjuk menggunakan metode Drill
a.      Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu.
b.      Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis, mula-mula kurang berhasil, lalu diadakan perbaikan untuk kemudian bisa lebih sempurna.
c.       Latihan tidak perlu lama asal sering dilaksanakan.
d.      Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa.
e.      Proseslatihan hendaknya mendahulukan hal-hal yang essensial dan berguna.

 
6.      Metode praktik lapangan bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya. Kegiatan ini dilakukan di ‘lapangan’, yang bisa berarti di tempat kerja, maupun di masyarakat.

Keunggulan dari metode ini adalah pengalaman nyata yang diperoleh bisa langsung dirasakan oleh peserta, sehingga dapat Memicu kemampuan peserta dalam mengembangkan kemampuannya. Sifat metode praktIk adalah pengembangan keterampilan

7.      Permainan
Suatu pendekatan mengajar yang menggunakan permainan sebgai peralatan mengjar. Tujuannya adalah untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan , meningkatkan motivasi dan mengembangkan taktik dan strategi berpikir serta  pemerolehan keterampilan
Kelebihan:
·         Meningkatkan keterlibatan peserta didik
·         Dapat disesuai dengan tujuan belajar
·         Menjangkau beragam suasana: seluruh kelas atau kegiatan individu
·         Menarik perhatian peserta didik pada topik-topik yang spesifik.
Kelemahan
·         Memancing suasana kompetisi jika tidak diarahkan dapat menimbulkan konflik
·         Menyulitkan bagi peserta didik yang lamban dan tidak terbiasa
·         Memerlukan biaya yang banyak untuk beberapa permaian
·         Dapat menimbulkan niat yang salah arah: tujuan untuk menang sehingga mengurangi esensi belajar. 

                 8.      Simulasi
Cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya.
Kelebihan:
·         Dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak
·         Mengembangkan kreativitas siswa
·         memupuk keberanian dan percaya diri siswa
·         Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis
·         dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses permbelajaran.
Kelemahan:
·         Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan .
·         Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
·         Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering memengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
9.      Model Kooperatif
Strategi pengelompokkan di mana para siswa bekerja sama untuk saling mendapat keuntungan dari potensi belajar anggota lainnya
Prinsip-Prinsip
·         Peran anggota kelompok sebagai bagian dari keseluruhan tim
·         Keterlibatan interaktif di antara anggota kelompok
·         Akuntabilitas individual dan kelompok
·         Anggota yang memiliki keterampilan antara personal dan kepemimpinan
Kemampuan memahami belajar personal dan fungsi kelompok

Kelebihan:
      Manfaat Belajar dari beragam kemampuan
      Dapat bersifat formal atau informal berdasarkan kebutuhan belajar
      Kesempatan belajar dengan keragaman dapat berlaku dalam jangka panjang
      Seluruh area konten dapat disertakan dalam belajar kelompok.
Kekurangan:
      Keterbatasan ukuran kelompok: harus dalam kelompok kecil
      Berpotensi berlebihan digunakan sehingga efektivitasnya menjadi berkurang
      Keterbatan anggota kelompok  jika hanya dilihat berdasarkan kemampuan yang sama yang dikelompokkan sama.

10.  Model Penemuan
Menggunakan pendekatan induktif atau penyelidikan untuk belajar; strategi ini menyajikan masalah untuk diselesaikan melalui percobaan dan kesalahan (Trial and Error).

Prinsip-Prinsip
·         Tidak selalu lebih baik membiarkan mereka sendiri untuk menemukan tanpa arahan dan pembinaan yang jelas. 
·         Perlu ada panduan sistematis yang dapat merngarahkan penemuan peserta didik
·         Mengintegrasikan model perancah (scaffolding) yakni membangun pengetahuan berdasarkan pengetahuan sebelumnya
Yakinkan bahwa peserta didik telah mengetahui pengetahuan dan keterampilan sebelumnya  untuk dapat mengarahkan pada pengetahuan dan keterampilan baru

Kelebihan:
      Keterlibatan siswa pada semua jenjang pengetahuan
      Dapat menggunakan langkah-lngkah dan prosedur sebelumnya untuk mendapat pengetahuan baru
      Peserta didik dapat mengendalikan proses pembelajaran yang dilakukan sendiri
Kekurangan:
      Memakan waktu lama baik di dalam kelas maupun di luar ruang kelas
      Perencanaan melibatkan seluruh komponen masalah yang mungkin terjadi pada siswa
      Dapat mengakibatkan salah pengertian tentang suatu konten yang dipelajari.

11.  Problem Solving
Metode pemecahan masalah bukan hanya sekadar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan
LANGKAH-LANGKAH:
·         Ada masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya .
·         Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
·         Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut
·         Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut
·         Menarik kesimpulan

Kelebihan:
      Peserta didik terlibat secara aktif dalam pengalaman belajar dunia nyata
      Hubungan antara pengetahuan dan keterampilan menjadi semakin jelas
      Tingkat kerumitan masalah bisa dikendalikan, dapat memperkenalkan lebih banyak isu
Kekurangan
      Sulit menciptakan masalah yang betul-betul berkualitas
      Membutuhkan lebih banyak kontrol tentang usia dan pengalaman siswa
      Memakan waktu lama untuk penyelesaian masalah
      Harus menanyakan ulang kepada siswa tentang apa yang telah dilakukan dan diselesaikan
 
 

0 komentar: